Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam “Roadmap Pengembangan Jam 2011–2025” menjelaskan bahwa Jamu Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang tinggi karena berasaldari keragaman budaya dan kearifan lokal masyarakat serta keragaman hayati sehingga dapat menjadi produk ekonomi kreatif unggulan Indonesia. Presiden Republik Indonesia pada event Gelar Kebangkitan Jamu tahun 2008, menyampaikan empat hal penting terkait dengan pengembangan Jamu […]
Makanan Indonesia selain menggunakan tiga bumbu dasar, yaitu bumbu dasar merah, bumbu dasar putih dan bumbu dasar kuning, Rima Sjoekri dalam “Senirasa” menyebutkan ada juga Bumbu Arab yang terdiri dari rempah kering beraroma antara lain jintan, kapulaga, kayumanis dan cengkeh. Penny Van Esterik (2008) menyebutkan salah satu bagian terpenting sejarah makanan Asia Tenggara adanya interaksi […]
SAMBAL MENTAH
SAMBAL “MENTAH”, SAMBAL KHAS CITARASA INDONESIA. Hasil kajian yang dilakukan Hokky Situngkir, Ardian Maulana, dan Rolan M. Dahlan tentang Diversity In Indonesian Traditional Cuisine” kita dapat melihat Peta Kekerabatan Sambal se-Indonesia yang merupakan kekayaan keberagaman Indonesia. (bisa dilihat pada http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.2703706). Misalnya kedekatan citarasa sambal matah khas Bali dengan sambal tuktuk khas Tapanuli (Sumatera Utara) yang menggunakan […]
DRESSING SALAD CITARASA INDONESIA
Salad merupakan menu makanan Western yang berupa hidangan makanan yang bahan-bahannya terdiri dari variasi sayur-sayuran, baik dalam keadaan mentah ataupun dimasak (direbus) dan disiram dengan saus salad (salad dressing). Indonesia juga mengenal hidangan “salad” yang umum ditemukan dalam menu makanan tradisonal khas Indonesia, yaitu gado-gado, pecal, lotek dan karedok. Salad ala Indonesia ini menggunakan dressing […]
Umumnya bumbu dasar masakan Indonesia yang terdiri dari bumbu merah, bumbu putih dan bumbu kuning. Namun, Indonesia juga mengenal bumbu hitam yang kerap disebut dengan ‘Sambal Ireng” yang menggunakan Kluwek sebagai bahan baku dasar sambal tersebut. Kluwek (Pangium edule) atau dikenal juga dengan Kepayang, keluak, pucung merupakan bumbu yang digunakan masakan Indonesia yang memberi warna hitam pada rawon, […]
BUMBU DASAR KHAS INDONESIA
Rima Sjoekri dalam “Senirasa” menyebutkan ada tiga bumbu dasar masakan Indonesia, yaitu bumbu dasar merah, bumbu dasar putih dan bumbu dasar kuning. Bumbu dasar merah terbuat dari cabai merah, bawang merah dan bawang putih yang dihaluskan. Bumbu dasar putih terbuat dari kemiri, bawang merah dan bawang putih yang dihaluskan dan pada beberapa resep dipadukan dengan […]
YANG ADA BAWANGNYA
“Wow”, munkin menjadi respon spontan saat membaca artikel hasil riset yang dilakukan Hokky Situngkir, Ardian Maulana, dan Rolan M. Dahlan tentang makanan tradisional Indonesia yang dipublikasi dengan judul “A Portrait of Diversity In Indonesian Traditional Cuisine” bisa dilihat pada http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.2703706 , karena artikel ini menyajikan betapa besarnya potensi keberagaman makanan khas Indonesia. Apalagi kalau informasi […]
NEGERI 101 SAMBAL
“A typical Indonesian meal might be described as a simple mound of rice accompanied by several savory side dishes of vegetable, fish or perhaps a meat or poultry dish, with a chili-hot condiment or sambal on the side and peanuts, crispy wafers (krupuk) and fried shallots sprinkled on top to provide a crunchy contrast”. (Heinz […]
INGAT JAKARTA, INGAT …
“Apabila Suatu Daerah Tidak Memiliki Indikasi Geografis, Maka Daerah Itu Akan Mengadopsi Karya Pendatang” (Subiakto Priosoedarsono, 2020) Kalau Ilmu Ekonomi Geografi yang mengulasi “Lokasi” untuk mendapatkan penghematan anglomerasi (Agglomeration Economies) yang memberikan keuntungan bagi pelaku usaha karena memiliki tiga keunggulan ekonomi aglomerasi: yaitu (1) tersedianya tenaga kerja terampil lokal, (2) adanya hubungan yang erat dengan […]
SOTO INDONESIA
‘Soto menggambarkan konsep Bhinneka Tunggal Ika makananIndonesia.’(Badan Ekonomi Kreatif, 2016) Bank Indonesia merumuskan Strategi Nasional Pengembangan UMKM yang berlandaskan tiga pilar utama yang meliputi (1) penguatan korporatisasi, (2) peningkatan kapasitas, dan (3) akses pembiayaan untuk mewujudkan UMKM yang berdaya saing untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Langkah penguatan korporatisasi melalui penguatan kelompok UMKM (klasterisasi) yang […]
