Categories
Artikel

CARA CEPAT “UMKM NAIK KELAS”

The Brand Loyalty of The Customer Base is Often the Core of a Brand’s Equity. (David Aaker, 1991) Misi Kementerian Koperasi dan UKM “Koperasi yang Modern dan UKM Naik Kelas” yang bertujuan untuk mengembangakan Koperasi dan UMKM sehingga dapat memperkuat ketahanan ekonomi dalam rangka mendukung pertumbuhan yang berkualitas dengan sasaran utama peningkatan nilai tambah, daya […]

Categories
Artikel

MENGELOLA “BRAND EQUITY” UMKM

“Brand Equity has the Potential to Add Value  for the Firm by Generating Marginal Cash Flow.” (David Aaker, 1991) “Rencana Strategis Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Tahun 2020 – 2024” menyebutkan pengembangan Koperasi dan UMKM ke depan untuk memperkuat ketahanan ekonomi dalam rangka mendukung pertumbuhan yang berkualitas dengan sasaran utama peningkatan nilai tambah, […]

Categories
Artikel

BRANDING-MARKETING-SELLING

ILMU WAJIB BAGI “NEW ENTERPREUNER” Pemerintah pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, menargetkan  Rasio Kewirausahaan Nasional sebesar 3,3%-3,95% dengan Pertumbuhan Wirausaha Baru sebesar 1,7%-4%. Oleh sebab itu, Kementerian Koperasi dan UKM  menyusun strategi Quick Wins sebagai upaya mencapai target RPJMN. Hasil yang ingin dicapai melalui Quick Wins antara lain : melahirkan Wirausaha […]

Categories
Artikel

BRAND VALUE

BRAND VALUE : TUJUAN YANG ‘TERLUPAKAN’ “The Value Creation of Brands Lies in Their Impact on Customer Purchase Decisions.  Consumers’ Purchase Behavior Produces the Revenues of The Business from which Its Extracts Profits and Ultimate Value for Its Shareholders or Owners.” (Jan Lindemann, 2010) Semenjak pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mencanangkan gerakan “Satu Juta […]

Categories
Artikel

BRAND & FUTURE INCOME

MEMBANGUN BRAND, MEMBANGUN INTANGIBLE ASSET. Rohit Deshpande & Anat Keinan dalam tulisannya “Brands and Brand Equity (2014)” menguraikan manfaat Brand dari dua perspektif, yaitu Konsumen dan Pemilik Usaha. Dari perspektif konsumen, Brand memudahkan konsumen untuk mengambil keputusan untuk membeli sekaligus keyakinan kepuasan karena telah memiliki kepercayaan terhadap Brand tersebut. Sedangkan dari perspektif pelaku usaha, Brand […]

Categories
Artikel

BRAND EQUITY: MENGUKUR NILAI BRAND

Saat pasar keuangan telah mengakui nilai intangible asset, maka para akademis pemasaran brand di Amerika Serikat pada tahun 1990-an mulai mengembangkan konsep Brand sebagai Aset Bisnis. Lahirlah istilah Brand Equity yang dipopulerkan oleh David Aaker dan Kevin Keller. David Aaker mendefensikan Brand Equity : a “set of assets (and liabilities) linked to a brand’s name […]

Categories
Artikel

The Economy of Brands

Jan Lindemann dalam “The Economy of Brands” mengisahkan Brand Valuation pertama kali muncul pada era tahun 1980-an. Salah satu peristiwa yang dikenang terkait dengan Brand Valuation saat Rank Hovis McDougall (RHM) akan dibeli oleh Goodman Fielder Wattie (GFW) dengan mengajukan penawaran sesuai dengan harga saham RHM. Namun, manajemen RHM merasa tawaran tersebut terlalu kecil karena […]

Categories
Artikel

KATA MENJADI RASA

MENGOLAH KATA MENJADI RASA, MENGUBAH STRATEGI MENJADI NADA DAN IRAMA. Bagi pelaku usaha tanpa disadari keseharian dipenuhi dengan menyusun Rencana Bisnis, menganalisis laporan laba rugi atau membuat kontrak Kerjasama. Semua aktivitas yang menggunakan otak kiri, otak yang bertanggungjawab untuk berpikir kritis dan analitis. Padahal urusan bisnis berkaitan erat dengan rasa, sebuah sentuhan membangun ikatan emosi […]

Categories
Artikel

WORK IS “THEATRE”

James Gilmore & B. Joseph Pine II, (2011) dalam bukunya “Experience Economy” menekankan tentang pentingnya prinsip “theatre” dalam menjalankan bisnis yang ingin menerapkan model bisnis ala “Experience Economy” Gilmore dan Pine menguraikan dalam “Experience Economy”, pelanggan secara langsung mengamati dan mengalami setiap kegiatan dari pelayanan (service) yang diberikan. Pemilik usaha harus menyadari bahwa karyawan yang […]

Categories
Artikel

KESAN PERTAMA, YANG TAK TERLUPAKAN

Joseph Pine II and James H. Gilmore (2011) menyebutkan salah satu cara menciptkan value dalam Experience Economy melalui pelayanan yang unik kepada pelanggan, bukan semata-mata memenuhi aspek “bagaimana” tapi yang terpenting “apa” layanan yang akan diberikan kepada pelanggan. Langkah memberikan pelayanan unik dan sensasi yang tak terlupakan sebagai “Work is Theatre” Pine dan Gilmore merujuk […]