Categories
Artikel

BRAND & FUTURE INCOME

MEMBANGUN BRAND, MEMBANGUN INTANGIBLE ASSET. Rohit Deshpande & Anat Keinan dalam tulisannya “Brands and Brand Equity (2014)” menguraikan manfaat Brand dari dua perspektif, yaitu Konsumen dan Pemilik Usaha. Dari perspektif konsumen, Brand memudahkan konsumen untuk mengambil keputusan untuk membeli sekaligus keyakinan kepuasan karena telah memiliki kepercayaan terhadap Brand tersebut. Sedangkan dari perspektif pelaku usaha, Brand […]

Categories
Artikel

BRAND EQUITY: MENGUKUR NILAI BRAND

Saat pasar keuangan telah mengakui nilai intangible asset, maka para akademis pemasaran brand di Amerika Serikat pada tahun 1990-an mulai mengembangkan konsep Brand sebagai Aset Bisnis. Lahirlah istilah Brand Equity yang dipopulerkan oleh David Aaker dan Kevin Keller. David Aaker mendefensikan Brand Equity : a “set of assets (and liabilities) linked to a brand’s name […]

Categories
Artikel

The Economy of Brands

Jan Lindemann dalam “The Economy of Brands” mengisahkan Brand Valuation pertama kali muncul pada era tahun 1980-an. Salah satu peristiwa yang dikenang terkait dengan Brand Valuation saat Rank Hovis McDougall (RHM) akan dibeli oleh Goodman Fielder Wattie (GFW) dengan mengajukan penawaran sesuai dengan harga saham RHM. Namun, manajemen RHM merasa tawaran tersebut terlalu kecil karena […]

Categories
Artikel

KATA MENJADI RASA

MENGOLAH KATA MENJADI RASA, MENGUBAH STRATEGI MENJADI NADA DAN IRAMA. Bagi pelaku usaha tanpa disadari keseharian dipenuhi dengan menyusun Rencana Bisnis, menganalisis laporan laba rugi atau membuat kontrak Kerjasama. Semua aktivitas yang menggunakan otak kiri, otak yang bertanggungjawab untuk berpikir kritis dan analitis. Padahal urusan bisnis berkaitan erat dengan rasa, sebuah sentuhan membangun ikatan emosi […]

Categories
Artikel

WORK IS “THEATRE”

James Gilmore & B. Joseph Pine II, (2011) dalam bukunya “Experience Economy” menekankan tentang pentingnya prinsip “theatre” dalam menjalankan bisnis yang ingin menerapkan model bisnis ala “Experience Economy” Gilmore dan Pine menguraikan dalam “Experience Economy”, pelanggan secara langsung mengamati dan mengalami setiap kegiatan dari pelayanan (service) yang diberikan. Pemilik usaha harus menyadari bahwa karyawan yang […]

Categories
Artikel

KESAN PERTAMA, YANG TAK TERLUPAKAN

Joseph Pine II and James H. Gilmore (2011) menyebutkan salah satu cara menciptkan value dalam Experience Economy melalui pelayanan yang unik kepada pelanggan, bukan semata-mata memenuhi aspek “bagaimana” tapi yang terpenting “apa” layanan yang akan diberikan kepada pelanggan. Langkah memberikan pelayanan unik dan sensasi yang tak terlupakan sebagai “Work is Theatre” Pine dan Gilmore merujuk […]

Categories
Artikel

MENCIPTAKAN DAYA SAING CUKUP DENGAN DIFFERENSIASI DAN SPOWER COPYWRITING

Michael Porter (1985) menyebutkan dua pertimbangan utama dalam pemilihan strategi keunggulan kompetitif, yaitu (1) struktur industri yang menjadi arena perusahaan bersaing dan (2) positioning perusahaan tersebut dalam sektor industry tersebut, dengan pilihan strategi sebagai Cost Leadership atau Differentiation. Pilihan strategi keunggulan kompetitif sangat bergantung dengan struktur pasar yang akan kita sasar. Ada empat struktur pasar […]

Categories
Artikel

“BISA BIKIN BRAND” CARA PRAKTIS MENGUBAH PRODUK MENJADI PENGALAMAN

Ada tiga dasar utama  Experience Economy, yaitu (1) Experiential Marketing, (2)  Customer Experience dan (3) Digital Experience. (B. Joseph Pine II and James H. Gilmore,  2011). Experiential Marketing merupakan pendekatan marketing yang fokus membangun awareness produk dengan memberikan pengalaman yang berkesan dan tak terlupakan kepada konsumen dan mengurangi ketergantungan pada media tradisional sebagai sarana untuk […]

Categories
Artikel

PENGALAMAN SEBAGAI “BRAND ACTIVATION”

B. Joseph Pine II and James H. Gilmore (2011) menyebutkan ada empat “Value Creating” dalam Experience Economy, yaitu: (1) Mass Customizing, memberikan pelayanan yang unik kepada pelanggan, namun tetap memperhatikan efisiensi dalam layanan yang diberikan. (2) Pelayanan (services) yang fokus pada bagaimana memberikan pengalaman kepada pelanggan. Prinsip yang digunakan adalah “Work is Theatre” (3) Pengalaman […]

Categories
Artikel

EXPERIENCE ECONOMY: KEUNGGULAN KOMPETITIF MELALUI PENCIPTAAN PENGALAMAN

Saat ini barang dan jasa begitu melimpah, konsumen dengan mudah memilih beragam barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Sedangkan bagi pelaku usaha situasi memperketat persaingan untuk memperebutkan pembeli dan pelanggan. James Gilmore & B. Joseph Pine II, (2011) menguraikan dalam menciptakan nilai tambah, pelaku usaha harus memperhatikan perubahan perbedaan yang berharga (“Valuable […]