Kategori
Artikel

OPEN INNOVATION DI ERA EKONOMI DIGITAL

Don Tapscott (1995) menyatakan Digital Economy  menghasilkan sektor industri baru yang merupakan hasil konvergensi industri komputasi, komunikasi, dan konten yang mengubah cara kita melakukan bisnis, bekerja, bermain, hidup, dan bahkan berpikir.  Konvergensi komputasi, komunikasi dan konten memungkinkan ribuan individu dan produsen kecil untuk bersama-sama menciptakan produk, mengakses pasar, dan melayani pelanggan dengan cara yang hanya dapat dikelola oleh perusahaan besar di masa lalu.

Situasi ini paradigma “open innovation” yang istilahnya pertama kali diperkenalkan Henry Chesbrough (2003) yang menyebutkan perusahaan dalam mengembangkan inovasi dapat menggunakan pengetahuan yang berasal dari internal (dari dalam perusahaan) maupun eksternal (dari luar perusahaan) untuk mengembangkan research & development untuk menghasilkan produk baru ataupun pasar baru.

Menurut Chesbrough (2010), UKM memiliki keunggulan pada arena open innovation, yakni:

(1) ukuran UKM yang relatif kecil sehingga hanya memiliki pasar yang kecil pula sehingga perusahaan besar tidak tertarik untuk masuk ke pasar ini sehingga UKM dapat mengeksploitasi tren baru lebih cepat dengan biaya yang lebih rendah.

(2) UKM umumnya fokus pada pasar tertentu, jenis pelanggan tertentu ataupun menggunakan teknologi tertentu sehingga dapat menghasilkan keunggulan kompetitif (istilah terkini disebut sebagai Brand Artisan).

(3) UKM biasa mengkhususkan bisnisnya di dalam  sektor yang sempit (spesialisasi bisnis) sehingga lebih mudah mengelola kegiatan inovatif.

(4) UKM umumnya mampu menarik karyawan dengan jiwa entrepreneur sehingga UKM lebih mudah untuk melakukan eksperimen  model bisnis alternatif.

(5) Ukuran UKM yang kecil membuat proses pengambilan keputusan lebih cepat dan mengimplementasikannya secara cepat. Disamping itu UKM dapat  belajar lebih cepat dari proses “learning by doing” sehingga UKM berpotensi memiliki keunggulan kompetitif di pasar yang berubah dengan cepat.

Inilah yang ditawarkan Pak Bi dengan paradigma open innovation melalui “Toko UKM” yang merupakan transformasi digital untuk membangun “ekosistem bisnis UKM” melalui Brand, Operation, Digital Marketing, Customer Excellent dan Teknologi. Transformasi digital menjadi keunggulan kompetitif di era persaingan “Siapa Lebih Cepat”.

Toko UKM berupa platform yang memudahkan pelaku usaha yang memiliki produk (produsen) untuk bertemu dengan pembeli prosumer potensial untuk menjadi mitra.  Toko UKM sebuah ekosistem bisnis bagi “penjual dan pembeli” untuk sama-sama untung. (Bagi yang berminat silahkan daftar ke https://tokoukm.id/)

Ini saatnya Indonesia “Membumbui Dunia dengan Brand Indonesia

Kreasi Anak Bangsa, Cita rasa untuk Dunia

Cita Rasa Dunia … Indonesia